
Keterangan foto: Resti Handayani Syafira, Ketua Panitia Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah 2026, menyapa para peserta Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah dalam sesi ramah tamah pada 30 April 2026. (Foto oleh: Fajar Firmansyah/ @ecobhinneka)
Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah 2026 diposisikan sebagai ruang pembelajaran dan pengkaderan bagi anak muda lintas iman untuk memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, serta memperluas praktik kerja-kerja sosial di isu kebinekaan dan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan oleh Resti Handayani Syafira, Ketua Panitia Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah 2026, saat menyapa para peserta dalam sesi ramah tamah pada 30 April 2026.
Ia menegaskan bahwa akademi ini tidak hanya menjadi ruang pelatihan, tetapi juga laboratorium penguatan kapasitas bagi anak muda di berbagai daerah.
“Akademi ini menjadi laboratorium pengkaderan yang menguatkan jejaring, sekaligus membuka kesempatan bagi daerah-daerah yang sudah dan sedang menjalankan program Eco Bhinneka Muhammadiyah seperti JISRA, SMILE, GreenAbility, dan 1000 Cahaya,” ujar Resti.
Ia menjelaskan bahwa Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah dirancang sebagai ruang belajar bersama yang memberi kesempatan bagi peserta untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, khususnya dalam isu kebinekaan, lingkungan, dan kerja-kerja komunitas.
“Ini adalah ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang kesempatan. Ada yang datang untuk belajar hal baru, ada yang sudah berpengalaman dan bisa membagikan pengetahuan kepada yang lain,” tambahnya.
Menurut Resti, keberagaman latar belakang peserta menjadi kekuatan utama dalam proses pembelajaran di dalam akademi. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam memahami isu sosial, lingkungan, dan kerukunan di masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah 2026 merupakan angkatan pertama, sehingga menjadi langkah awal untuk pengembangan program di masa mendatang. Ia berharap program ini dapat berlanjut dan berkembang pada angkatan-angkatan berikutnya.
“Harapannya, akademi ini tidak berhenti di angkatan pertama saja, tetapi bisa terus berlanjut. Ke depan, peserta yang sudah terlibat bisa menjadi lead, co-host di kampusnya, atau penggerak di komunitas masing-masing,” jelasnya.
Resti menegaskan bahwa tujuan utama dari akademi ini adalah memastikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat ditransformasikan menjadi aksi nyata di masyarakat.
“Yang penting adalah ilmunya bisa tersalurkan dan dibawa pulang ke komunitas masing-masing untuk terus bergerak,” pungkasnya.
Pada sesi ramah tamah tersebut, para peserta juga saling berkenalan dan membangun kedekatan satu sama lain melalui berbagai permainan dan aktivitas interaktif.
Adapun kademi Eco Bhinneka Muhammadiyah 2026 diikuti oleh 29 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Aula Asrama Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta.

Keterangan foto: Para peserta Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah saling berkenalan dan membangun kedekatan satu sama lain melalui berbagai permainan dan aktivitas interaktif. (Foto oleh: Fajar Firmansyah/ @ecobhinneka)


