Tindak Lanjut MoU, Eco Bhinneka Muhammadiyah dan GPIB Rancang Program Lingkungan

Keterangan: Diskusi antara Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup GPIB, Ria Cornelius, dengan Finance and Program Coordinator Eco Bhinneka Muhammadiyah, Triningsih, pada 28 Januari 2026. (Foto oleh: Alifa Pratiwi)

Eco Bhinneka Muhammadiyah menerima kunjungan Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB), Ria Cornelius, pada Rabu, 28 Januari 2026 di kantor Eco Bhinneka Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut diterima oleh Triningsih, Finance and Program Coordinator Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Kunjungan ini bertujuan membahas tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara Eco Bhinneka Muhammadiyah dan GPIB, khususnya dalam penguatan program pelestarian lingkungan hidup berbasis kolaborasi lintas iman. Dalam pertemuan tersebut, Bidang Lingkungan Hidup GPIB menyampaikan rencana untuk mengusulkan kerja sama ini kepada pimpinan gereja agar dapat ditetapkan sebagai program tahunan dan masuk dalam perencanaan anggaran rutin.

Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup GPIB, Ria Cornelius, menyampaikan bahwa kerja sama lintas iman memiliki peran penting dalam mendorong kepedulian ekologis masyarakat.

“Isu lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kerja sama dengan Eco Bhinneka Muhammadiyah, kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berdampak dan berkelanjutan, serta dapat menjadi program tahunan di GPIB,” ujar Ria.

Keterangan: Diskusi antara Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup GPIB, Ria Cornelius, dengan Finance and Program Coordinator Eco Bhinneka Muhammadiyah, Triningsih, pada 28 Januari 2026. (Foto oleh: Alifa Pratiwi)

Sejumlah momentum strategis diusulkan sebagai waktu pelaksanaan kegiatan, antara lain peringatan Hari Bumi pada 22 April dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni. Kedua pihak juga bertukar gagasan terkait berbagai bentuk kegiatan kolaboratif, seperti replikasi kegiatan besuk sungai, pengelolaan ecobrick dan eco-enzyme, kegiatan field trip lingkungan, hingga pendampingan masyarakat di sekitar rumah ibadah.

Dari berbagai ide tersebut, diskusi mengerucut pada rencana penyelenggaraan pelatihan videografi menggunakan smartphone sebagai media kampanye pelestarian lingkungan. Kegiatan ini dirancang untuk melibatkan peserta lintas iman dan dilaksanakan di ruang terbuka hijau, atau Eco Park.

Triningsih, Finance and Program Coordinator Eco Bhinneka Muhammadiyah, menilai pendekatan kreatif ini relevan dengan konteks anak muda dan kampanye publik saat ini.

“Kami melihat media visual sebagai sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan pelestarian lingkungan. Pelatihan videografi ini diharapkan dapat melahirkan konten-konten kampanye yang sederhana, membumi, dan mudah diterima masyarakat luas,” jelas Triningsih.

Peserta pelatihan nantinya akan didorong untuk membuat video pendek secara individu maupun berkelompok dengan tema kepedulian terhadap lingkungan. Karya-karya yang dihasilkan akan mendapatkan apresiasi dari GPIB dan Eco Bhinneka Muhammadiyah sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif kreatif dalam menyuarakan isu lingkungan.

Melalui kerja sama ini, Eco Bhinneka Muhammadiyah dan GPIB berharap dapat terus memperkuat kolaborasi lintas iman dalam menjaga kelestarian lingkungan dan merawat bumi sebagai rumah bersama.