Memperkuat Sinergi : Eco Bhinneka Muhammadiyah Jajaki Kolaborasi dengan DP3A Kalimantan Barat

Ket. Foto : Kegiatan temu dialog dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Barat di kantor DP3A.

Pontianak, – Eco Bhinneka Muhammadiyah Kalimantan Barat melaksanakan temu dialog dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Barat di kantor DP3A pada tanggal 16 Mei 2025.

Memeperkenalkan diri kepada Sekdis dan jajaran staff, Eco Bhinneka menyampaikan visi, misi, dan program-program yang telah dan akan dijalankan sebagai sebuah organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada promosi keberagaman, pelestarian lingkungan, dan penguatan nilai-nilai toleransi di Kalimantan Barat. Bersama para mitra, kami melaksakan peningkatan kesadaran, pelatihan kapasitas, hingga mendorong aksi bersama umat lintas iman dalam melestarikan lingkungan.

Menanggapi, PJS Kepala Dinas DP3A memberikan tanggapan awal yang sangat positif. Beliau menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan “kebutuhan bersama” dan menegaskan “tentu kami sangat mendukung” adanya kolaborasi. Dukungan ini menjadi sinyal positif untuk langkah-langkah kerja sama selanjutnya.

Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Ibu Claudia Ari, Sekretaris Dinas DP3A, yang menyampaikan beberapa poin penting yang relevan dengan kolaborasi potensial. Ibu Claudia Ari menyoroti bahwa isu lingkungan hidup sudah mulai terintegrasi ke dalam kurikulum kelas pranikah di lingkungan Katolik. Beliau mengusulkan agar pendekatan serupa dapat dipertimbangkan dan diterapkan juga bagi agama-agama lain di Indonesia, mengingat pentingnya kesadaran lingkungan sejak dini.

Ibu Sekdis dengan penuh keyakinan menyampaikan persetujuannya bahwa perempuan, khususnya ibu, adalah gerbang awal tumbuhnya kebijaksanaan lingkungan. Beliau bahkan berbagi pengalaman pribadi yang mengharukan, “Saya pribadi merasa saya bisa mencintai lingkungan adalah karena ibu saya.” Pengalaman ini menggarisbawahi bagaimana ibu memiliki peran sentral dalam mengajarkan kecintaan dan tanggung jawab merawat lingkungan sejak usia dini. Beliau berharap para calon ibu di masa depan juga dapat memiliki prinsip ini, karena ibu adalah guru pertama bagi anak-anak yang mengajarkan kualitas hidup, termasuk dalam hal kepedulian terhadap lingkungan.

Selanjutnya, Ibu Dewi (staff DP3A) menyampaikan beberapa poin strategis yang perlu menjadi perhatian dalam merancang program kolaborasi. Beliau menekankan kembali poin penting mengenai usia menikah bagi perempuan yang sebaiknya di atas 19 tahun. Hal ini berkaitan dengan kematangan fisik dan psikologis perempuan dalam menjalani kehidupan berumah tangga, termasuk dalam konteks pengasuhan anak dan pengelolaan rumah tangga.

Pentingnya untuk memastikan mekanisme kegiatan seperti apa yang akan dilakukan dalam kolaborasi ini. Hal ini mencakup perencanaan program yang konkret, target audiens, metode pelaksanaan, dan indikator keberhasilan.

Ibu Dewi menggarisbawahi bahwa perhatian terhadap lingkungan tidak hanya sebatas lingkungan fisik, tetapi juga mencakup aspek lingkungan non-fisik, seperti lingkungan sosial dan kesehatan.

Beliau mengingatkan bahwa Indonesia masuk ke dalam daftar tiga besar negara penderita TBC (Tuberculosis) terbanyak di dunia. Salah satu faktor pendukungnya adalah kondisi rumah yang kurang sehat. Dalam hal ini, perempuan dianggap memiliki peran penting untuk mengawal kondisi rumah yang sehat, mengingat peran mereka sebagai manajer rumah tangga. Oleh karena itu, beliau mengingatkan akan pentingnya menggandeng tenaga kesehatan dalam program-program yang berkaitan dengan lingkungan dan kesehatan.

Gizi juga dirasa menjadi hal penting yang perlu menjadi perhatian, karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup keluarga, yang sebagian besar dikelola oleh perempuan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang sangat positif dalam menjajaki kolaborasi antara Eco Bhinneka Muhammadiyah dan DP3A Kalimantan Barat. Kedua belah pihak menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk bersinergi, khususnya dalam isu-isu lingkungan yang berkaitan erat dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Dari audiensi didapatkan dukungan DP3A dalam kegiatan Sekolah Bumi Calon Ibu yang akan dilanjutkan dan janji menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.