
Keterangan: Suasana Rapat Kerja Eco Bhinneka Muhammadiyah pada 12 Januari 2026, di Aula Lantai 6 Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. (Foto oleh: Fajar Firmansyah)
Tim pengelola Program JISRA, 1000 Cahaya, SMILE, dan GreenAbility Eco Bhinneka Muhammadiyah mengikuti Rapat Kerja Eco Bhinneka Muhammadiyah yang diselenggarakan pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di Aula Lantai 6 Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Rapat ini menjadi ruang konsolidasi penting untuk memperkuat sinergi antarpogram sekaligus merumuskan langkah strategis pengembangan gerakan Eco Bhinneka Muhammadiyah ke depan.
Dalam pengantar diskusi, Ahsan Jamet Hamidi selaku fasilitator menegaskan bahwa Eco Bhinneka Muhammadiyah tidak berada di bawah satu majelis atau lembaga tertentu, melainkan merupakan unit program yang berada dalam koordinasi langsung PP Muhammadiyah. Eco Bhinneka Muhammadiyah juga mendapatkan dukungan pimpinan PP Muhammadiyah, yakni Prof. Syafiq A. Mughni dan Dr. Saad Ibrahim sebagai Advisor Program, yang turut menguatkan arah dan keberlanjutan gerakan.

Keterangan: Ahsan Jamet Hamidi memfasilitasi proses Rapat Kerja Eco Bhinneka Muhammadiyah pada 12 Januari 2026, di Aula Lantai 6 Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. (Foto oleh: Fajar Firmansyah)
“Rapat kerja ini bertujuan untuk memastikan seluruh tim memahami program-program yang sedang berjalan, serta menyambungkan berbagai inisiatif tanpa menghilangkan karakter dan identitas masing-masing program,” terang Ahsan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarpogram agar setiap inisiatif dapat saling mendukung dan memperkuat dampak bersama.
Proses Rapat Kerja Eco Bhinneka Muhammadiyah diawali dengan pemaparan dari masing-masing manajer Program JISRA, 1000 Cahaya, SMILE, dan GreenAbility. Setiap presentasi memuat profil program, capaian yang telah diraih, serta usulan keterhubungan dan peluang kolaborasi dengan program lainnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta penyampaian masukan dan arahan dari Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah sebagai penguatan arah strategis ke depan.

Keterangan: Pemaparan masing-masing program pada Rapat Kerja Eco Bhinneka Muhammadiyah pada 12 Januari 2026, di Aula Lantai 6 Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. (Foto oleh: Fajar Firmansyah)
Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menyampaikan bahwa kekuatan utama Eco Bhinneka Muhammadiyah terletak pada pendekatannya yang lintas iman, dengan isu lingkungan sebagai jembatan bersama. Menurutnya, membangun kesepahaman lintas agama tidak cukup dilakukan melalui diskusi di ruang rapat, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan.
“Isu lingkungan adalah pintu masuk. Kesepahaman tidak bisa hanya dibangun di atas meja, tetapi harus bertemu di lapangan,” ujar Hening.

Keterangan: Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, memberikan arahan pada Rapat Kerja Eco Bhinneka Muhammadiyah pada 12 Januari 2026, di Aula Lantai 6 Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. (Foto oleh: Fajar Firmansyah)
Lebih lanjut, Hening menegaskan bahwa keberlanjutan (sustainability) Eco Bhinneka Muhammadiyah bertumpu pada amanah pengelolaan dana yang menghasilkan dampak nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Tantangan ke depan adalah membangun model praktik baik di satu atau dua lokasi yang dapat direplikasi, sekaligus memastikan setiap program memiliki nilai tambah, tidak hanya sebagai project tapi Eco Bhinneka bisa sebagai movement,” ungkapnya.
Salah satu agenda strategis yang turut disoroti dalam rapat kerja ini adalah pengembangan Akademi Eco Bhinneka. Seiring dengan mulai digunakannya istilah Eco Theology oleh Kementerian Agama dalam program berbasis pendanaan pemerintah, Eco Bhinneka Muhammadiyah dinilai perlu segera menghadirkan benchmark melalui Akademi Eco Bhinneka yang direncanakan untuk diluncurkan dalam waktu dekat.
Sebagai penutup, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah menyampaikan sejumlah arahan strategis untuk memperkuat kelembagaan dan memperluas dampak program, di antaranya melalui penyusunan modul atau buku panduan berbasis pengalaman daerah. Selain itu, Eco Bhinneka Muhammadiyah juga didorong untuk terlibat aktif dalam promosi kebijakan pemerintah daerah, seperti pengelolaan sampah di Halmahera Selatan, serta memperkuat kemitraan dengan jejaring muda Muhammadiyah, termasuk IMM dan IPM.
Rapat kerja ini menegaskan komitmen Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk terus mengembangkan kolaborasi lintas iman dan mentransformasikan berbagai inisiatif program menjadi gerakan sosial-ekologis yang berkelanjutan serta berdampak luas bagi masyarakat.

Keterangan: Foto bersama tim Pengelola Program Eco Bhinneka Muhammadiyah: JISRA, 1000 Cahaya, SMILE, GreenAbility pada 12 Januari 2026, di Aula Lantai 6 Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. (Foto oleh: Fajar Firmansyah)


