Eco Bhinneka Muhammadiyah Ikuti Ford Partners Meeting 2026, Perkuat Pembelajaran dan Jejaring Kolaborasi

Keterangan foto: Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah (berbaju merah muda), berpartisipasi dalam Ford Partners Meeting (FPM) 2026 yang diselenggarakan oleh Ford Foundation Indonesia di Surakarta, 2–5 Juni 2026.

Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menghadiri Ford Partners Meeting (FPM) 2026 yang diselenggarakan oleh Ford Foundation Indonesia di Surakarta pada 2–5 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 mitra Ford Foundation dari berbagai daerah dan latar belakang isu, mulai dari lingkungan hidup, transisi energi, hak-hak masyarakat, keadilan gender, hingga penguatan organisasi masyarakat sipil.

Ford Partners Meeting menjadi ruang bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, pembelajaran, dan praktik baik yang telah dilakukan di komunitas masing-masing. Selama empat hari, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi mengenai perlindungan hak atas tanah dan sumber daya alam, transisi energi yang berkeadilan, pendanaan untuk pembangunan berkelanjutan, penguatan ruang sipil, hingga strategi memperkuat ketahanan organisasi.

Selain diskusi, peserta juga terlibat dalam berbagai sesi interaktif yang mendorong pertukaran pengalaman dan pengembangan ide kolaborasi antarorganisasi. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk saling mengenal lebih dekat, memahami tantangan yang dihadapi masing-masing organisasi, serta mencari peluang kerja sama untuk memperkuat dampak program di masyarakat.

Menurut Hening Parlan, FPM 2026 memberikan banyak pembelajaran yang relevan dengan kerja-kerja yang dilakukan Eco Bhinneka Muhammadiyah di berbagai daerah.

“Pertemuan ini membuka ruang untuk belajar dari pengalaman organisasi lain yang bekerja pada isu-isu lingkungan, keadilan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Banyak praktik baik yang bisa menjadi inspirasi sekaligus bahan refleksi untuk memperkuat program yang kami jalankan,” ujar Hening.

Keterangan foto: Suasana diskusi Fishbowl dalam Ford Partners Meeting (FPM) 2026 yang membahas berbagai isu strategis terkait keadilan sosial, tata kelola lingkungan, transisi energi berkeadilan, serta penguatan ruang sipil.

Ia juga menilai bahwa forum seperti ini penting untuk membangun hubungan dan kerja sama yang lebih luas antarorganisasi.

“Selain mendapatkan pembelajaran baru, kami juga bertemu dengan banyak pihak yang memiliki perhatian yang sama terhadap isu keadilan iklim, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian lingkungan. Dari pertemuan-pertemuan seperti inilah sering lahir ide dan peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Salah satu hal yang juga menjadi perhatian dalam forum ini adalah pentingnya memperluas penyebaran praktik baik dan pembelajaran yang lahir dari masyarakat. Menurut Hening, berbagai pengalaman dan inisiatif yang telah dilakukan komunitas perlu terus didokumentasikan dan dibagikan agar dapat menginspirasi lebih banyak pihak.

Bagi Eco Bhinneka Muhammadiyah, keikutsertaan dalam Ford Partners Meeting 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, dan membangun peluang kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan program-program organisasi di masa mendatang. Pembelajaran yang diperoleh dari forum ini diharapkan dapat memperkuat upaya Eco Bhinneka Muhammadiyah dalam mendorong keadilan iklim, pemberdayaan perempuan, dialog lintas iman, dan pelestarian lingkungan bersama masyarakat.

Keterangan foto: Suasana pelaksanaan Ford Partners Meeting (FPM) 2026 yang mempertemukan para mitra Ford Foundation Indonesia untuk berbagi pembelajaran, membangun kolaborasi, dan mengembangkan aksi bersama dalam mendorong keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.