Eco Bhinneka Muhammadiyah Gelar Workshop Penyusunan Buku Panduan Kepemimpinan Kaum Muda Lintas Iman untuk Keadilan Iklim dan Gender

Jakarta, — Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar Workshop Penyusunan Buku Panduan bertajuk “Memperkuat Inisiasi Kepemimpinan Kaum Muda Lintas Iman dalam Perubahan Iklim melalui Keadilan Gender” di Grand Cemara Hotel, Menteng, Jakarta Pusat pada tanggal 15–16 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan langkah awal penyusunan buku panduan yang akan menjadi rujukan bagi jaringan pemuda lintas iman di seluruh Indonesia dalam mengembangkan gerakan keadilan iklim yang berperspektif gender.

Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Ford Foundation, dengan Eco Bhinneka Muhammadiyah sebagai mitra pelaksana. Workshop diikuti oleh tim nasional dan perwakilan dari sepuluh jaringan wilayah, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, DIY, Maluku Utara, Daerah Khusus Jakarta, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Dalam pembukaannya, Direktur Program Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menyampaikan bahwa penyusunan buku ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas pemuda lintas iman untuk memahami hubungan antara isu iklim, kesetaraan gender, dan keadilan sosial. “Kita ingin menghadirkan panduan yang tidak hanya teoritis, tapi juga aplikatif dan berakar dari pengalaman nyata para pemuda di lapangan,” ujarnya.

Workshop dua hari ini berlangsung secara hybrid, menghadirkan sesi diskusi tematik dengan para ahli di bidang keadilan iklim, eco-sociopreneurship, dan ekofeminisme, serta dilanjutkan dengan penyusunan outline dan pembagian peran penulisan buku. Peserta yang hadir aktif memberikan masukan terhadap struktur dan konten buku, yang diharapkan menjadi panduan praktis bagi para pemimpin muda lintas iman dalam membangun gerakan berkelanjutan di daerah masing-masing.

Pada hari kedua, peserta mempresentasikan hasil penyusunan draft awal dan menyepakati rencana tindak lanjut proses penulisan dan finalisasi naskah. Workshop ditutup oleh Farah Adiba dengan penegasan pentingnya kolaborasi lintas agama dan gender dalam menghadapi krisis iklim global.

Selain kegiatan inti, Eco Bhinneka Muhammadiyah juga menekankan prinsip ramah lingkungan dalam pelaksanaan acara, seperti anjuran membawa tumbler pribadi dan penggunaan perangkat digital untuk efisiensi kertas.

Penulis : (kd)