Eco Bhinneka Muhammadiyah Antar Ecosociopreneur Raih Piagam Penghargaan Bupati Banyuwangi

Ket. Piagam Penghargaan yang diperoleh Zahrotul Janah, S.Kom,M.M dalam Inovasi Osing Naga Kategori Non Digital – Implementasi

Semangat kolaborasi lintas iman yang dibangun melalui Eco Bhinneka Muhammadiyah kembali membuahkan prestasi membanggakan. Salah satu inovasi hasil penguatan Ecosociopreneur Eco Bhinneka Muhammadiyah, yaitu OSING NAGA (Optimalisasi Sirkular Inovasi Ekonomi Hijau Buah Naga Banyuwangi) yang diinisiasi oleh Zahrotul Janah selaku Focal Point SMILE Eco Bhinneka berhasil meraih Juara 5 Kategori Non Digital–Implementasi pada Kompetisi Inovasi Banyuwangi (KOINWANGI) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Banyuwangi.

Atas prestasi tersebut, Zahrotul menerima Piagam Penghargaan Bupati Banyuwangi yang diserahkan oleh Plt. Kepala BAPPEDA Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, S.KM., M.Si., pada 18 Juli 2026 di Hotel Aston Banyuwangi, dalam rangkaian Launching OASIS Wangi yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan arahan Bupati Banyuwangi bahwa apresiasi melalui KOINWANGI merupakan bentuk penghargaan kepada individu maupun para pihak yang telah menghadirkan berbagai inovasi di Kabupaten Banyuwangi. “Penghargaan KOINWANGI 2026 ini bukanlah garis akhir, ini adalah titik awal perubahan nyata. Banyuwangi menjadikan inovasi sebagai budaya.” Pesan tersebut menjadi semangat bagi seluruh inovator untuk terus menghadirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.

Ket. Foto : Foto Zahrotul Janah (Jilbab Merah Maroon) dalam menerima penghargaan “OSING NAGA”

Prestasi ini menjadi bukti bahwa pendekatan yang dikembangkan Eco Bhinneka Muhammadiyah tidak hanya memperkuat dialog dan kolaborasi lintas iman, tetapi juga mampu melahirkan inovasi sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan ekonomi lokal.

Sebagai Focal Point SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism) Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Banyuwangi, Zahrotul Janah berperan menggerakkan kolaborasi lintas iman untuk mendorong kepemimpinan pemuda dalam mewujudkan keadilan iklim melalui pendekatan ecofeminisme, ecoliteracy, ecosociopreneurship, serta advokasi lingkungan. Pengalaman mendampingi berbagai program pemberdayaan masyarakat dalam SMILE menjadi fondasi lahirnya inovasi OSING NAGA yang menghubungkan isu lingkungan, ekonomi lokal, pemberdayaan perempuan, dan harmoni sosial dalam satu gerakan bersama.

OSING NAGA lahir dari kepedulian terhadap persoalan oversupply buah naga di Banyuwangi. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, inovasi ini mengubah hasil panen yang melimpah menjadi peluang ekonomi melalui edukasi ekologi, pengolahan buah naga menjadi produk bernilai tambah, inkubasi usaha hijau, hingga penguatan kapasitas masyarakat. Keunikan inovasi ini terletak pada integrasi keadilan ekologis, ecofeminisme, inklusi sosial, dan kolaborasi lintas iman, nilai-nilai yang juga menjadi ruh dalam implementasi program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Dalam implementasinya, OSING NAGA telah melahirkan berbagai program seperti Kelas Siklus Hidup Buah Naga, Pelatihan Selai Kulit Buah Naga, Dialog Inkubasi Ecosociopreneur, Kick Off Inkubasi Bisnis, Festival OSING NAGA, hingga Launching Komik Edukasi Buah Naga sebagai media literasi lingkungan. Program ini melibatkan perempuan, pemuda, komunitas lintas agama, pemerintah desa, dan pelaku UMKM dalam satu gerakan bersama membangun ekonomi hijau yang inklusif.

Keberhasilan OSING NAGA tidak hanya diukur dari raihan penghargaan di KOINWANGI 2026, tetapi juga dari dampak nyata yang telah dirasakan masyarakat. Salah satu produk unggulan hasil pendampingan Ecosociopreneur Eco Bhinneka Muhammadiyah, yakni Selai Buah Naga “OSING NAGA”, kini telah diproduksi secara berkelanjutan oleh mitra dampingan dan berhasil mengantongi Sertifikat Halal. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses inkubasi tidak berhenti pada penyusunan konsep inovasi, tetapi berhasil melahirkan produk yang memiliki legalitas, memenuhi standar mutu, serta siap dikembangkan sebagai produk unggulan dan oleh-oleh khas Banyuwangi berbasis ekonomi hijau.

Zahrotul Janah menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja bersama berbagai pihak yang telah membersamai perjalanan Eco Bhinneka Muhammadiyah.

“Piagam Penghargaan Bupati Banyuwangi ini bukan hanya milik saya, tetapi milik seluruh keluarga besar Eco Bhinneka Muhammadiyah, program SMILE, Nasyiatul Aisyiyah, pemerintah desa, komunitas lintas iman, para mitra dampingan, dan semua pihak yang percaya bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan bumi.”

Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa model Ecosociopreneur yang dikembangkan melalui SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah mampu menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Dari sebuah gagasan tentang ekonomi sirkular, lahirlah produk inovatif yang telah memiliki Sertifikat Halal, memperkuat kolaborasi lintas iman, memberdayakan perempuan dan pemuda, serta memperoleh pengakuan melalui Piagam Penghargaan Bupati Banyuwangi pada ajang KOINWANGI 2026. Capaian ini menjadi motivasi bagi Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk terus mengembangkan inovasi berbasis masyarakat yang berpijak pada nilai kolaborasi, keberagaman, keadilan ekologis, dan keberlanjutan, demi mewujudkan Banyuwangi yang lebih inklusif, tangguh, dan lestari.
Penulis : Zahrotul Janah

Editor : KD