
Dok. Deklarasi Damai di Halmahera Selatan (Panitia Deklarasi)
Halmahera Selatan – Upaya memperkuat solidaritas dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Halmahera Selatan kembali ditegaskan melalui kegiatan Deklarasi Damai Kerukunan Umat Beragama yang dilaksanakan pada Senin (6/4) di Kantor Urusan Haji dan Umrah Halmahera Selatan (Halsel). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi antara Pemerintah Daerah, Forkopimda, dan Forum Kerukunan Umat Beragama yang sebelumnya berlangsung pada 4 April 2026 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Halmahera Selatan, dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi masyarakat sipil, termasuk Eco Bhinneka Muhammadiyah yang turut mendukung upaya memperkuat harmoni sosial dan menjaga kebhinekaan di wilayah Halmahera Selatan.

Dok. Deklarasi Damai di Halmahera Selatan (Panitia Deklarasi)
Dalam momentum tersebut, seluruh peserta yang hadir menyampaikan Deklarasi Damai Kerukunan Umat Beragama sebagai bentuk komitmen bersama. Adapun isi deklarasi tersebut sebagai berikut:
DEKLARASI DAMAI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA
Kami warga Halmahera Selatan yang tergabung dalam bingkai Saruma Kerukunan Umat Beragama, dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:
- Kami bertekad menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bermasyarakat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
- Kami, umat Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi Obi, bertekad menciptakan suasana damai serta saling menghargai perbedaan pendapat, keyakinan, dan ajaran sesuai dengan kitab suci masing-masing, dalam rangka menjaga Kabupaten Halmahera Selatan yang damai, sejahtera, dan bermartabat.
- Menegaskan komitmen para tokoh agama dan umat untuk bersama-sama menjalankan kehidupan keagamaan yang berlandaskan pada nilai-nilai kerukunan.
- Berperan aktif dalam mencegah dan menangkal segala bentuk provokasi serta ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan kekerasan dan perselisihan di tengah masyarakat.
Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muksin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya nilai persatuan yang hidup dalam kearifan lokal masyarakat.
“Ada sebuah konsep universal yang mempersatukan kita semua dari berbagai ras dan agama. Secara personal maupun kelompok, kita mengenalnya sebagai ‘rasai dengan saruma’. Nilai ini tidak membedakan agama, karena sebagai manusia sosial, interaksi itu sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sejak dahulu,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Halmahera Selatan, Hendra Gunawan, menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Tentunya kita tidak menginginkan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban di Halmahera Selatan. Deklarasi damai ini sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif serta menolak isu SARA yang dapat memecah belah. Sejalan dengan semangat ‘saruma’ sebagai satu rumah bagi semua,” tegasnya.
Di sisi lain, Fadila Syahril selaku Focal Point Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Halmahera Selatan menegaskan peran strategis pemuda dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial.
“Pemuda merupakan garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama. Deklarasi damai ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas iman dan mendorong aksi nyata di tengah masyarakat. Eco Bhinneka Muhammadiyah melalui Program SMILE siap mendukung dialog, kerja sama, serta aksi nyata lintas komunitas untuk menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa deklarasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kebhinekaan serta memperkuat solidaritas lintas iman di Halmahera Selatan.
Kegiatan Deklarasi Damai ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama antar pemangku kepentingan, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan dan kebhinekaan di Halmahera Selatan. Melalui deklarasi ini, seluruh pihak yang hadir juga menegaskan komitmen untuk menjaga situasi yang kondusif, memperkuat toleransi, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap perbedaan.
Tentang Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah
Eco Bhinneka Muhammadiyah saat ini tengah melaksanakan program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE), yaitu inisiatif untuk memperkuat kepemimpinan kaum muda lintas iman dalam menghadapi perubahan iklim melalui pendekatan keadilan gender dan ekofeminisme.
Program ini mendorong keterlibatan aktif generasi muda, terutama perempuan dan kelompok disabilitas, dalam membangun kesadaran, pengetahuan, serta aksi konkret untuk menghadapi krisis iklim. Salah satu wilayah implementasi utama program ini berada di Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Kegiatan Eco Bhinneka Muhammadiyah dapat diikuti melalui website ecobhinnekamuhammadiyah.org resmi dan media sosial Instagram @ecobhinneka
farah/dila
Narahubung :
0812-9729-2496 (Fadilla – Focal Poin Ecobhinneka Muhammadiyah Halmahera Selatan)
0823-1024-2162 (Media Ecobhinneka Muhammadiyah)


