
Ket. Foto : Pembukaan “KEMAH” Lingkungan Hidup
Dorong Tindak Lanjut Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan akan Mengawal Rekomendasi Kebijakan Lingkungan
GOWA, — Langkah konsisten Eco Bhinneka Muhammadiyah dalam mengadvokasi isu penanganan lingkungan hidup di kawasan destinasi wisata mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kamaruddin. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri rangkaian Pelatihan Ecobrick dan Penanaman Pohon di Desa Manimbahoi, Kabupaten Gowa, Minggu (30/8).
Kamaruddin, yang merupakan putra asli daerah Kabupaten Gowa khususnya Desa Manimbahoi, menyambut hangat dan mengapresiasi tinggi atas kehadiran serta komitmen jangka panjang program Eco Bhinneka Muhammadiyah di tanah kelahirannya. Menurutnya, aksi ini merupakan penerjemahan nyata dari nilai-nilai organisasi.
“Ini merupakan penerjemahan dari semangat Muhammadiyah dalam menebar kebermanfaatan. Saya memerhatikan Eco Bhinneka Muhammadiyah sudah pernah hadir di Desa Manimbahoi pada tahun 2025, dan ternyata datangnya punya cita-cita ingin membawa perubahan, salah satunya dengan melahirkan rekomendasi kebijakan,” ungkap Kamaruddin.
Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih karena Eco Bhinneka Muhammadiyah telah turun langsung untuk mengadvokasi masalah isu lingkungan di lokasi wisata Desa Manimbahoi. Lebih lanjut, beliau memberikan apresiasi khusus terhadap pendekatan berbasis riset yang dilakukan oleh tim Eco Bhinneka Muhammadiyah dalam melahirkan usulan kebijakan yang substantif bagi Pemerintah Kabupaten Gowa.
“Saya mengapresiasi adanya hasil riset dan rekomendasi kebijakan dari Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk Pemerintah Kabupaten Gowa, dan saya mendukung dan akan mengawal agar usulan itu dapat diindahkan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Ket.Foto : Para Audiens atau Peserta Kemah Lingkungan Hidup
Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin juga menyoroti kondisi regulasi lingkungan di tingkat daerah. Beliau mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa sebenarnya sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang memihak pada kelestarian lingkungan hidup, namun selama ini masih kurang diterapkan dan kurang mendapatkan perhatian.
“Sebenarnya Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa sudah memiliki peraturan daerah yang memihak pada lingkungan hidup, tapi selama ini kurang diterapkan dan kurang perhatian. Maka selanjutnya perlu ada Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gowa diharapkan bisa menjadi pelopornya,” imbau Kamaruddin.
Pelatihan Ecobrick yang dipandu oleh instruktur dari Global Ecobrick Alliance (GEA) ini diikuti oleh sekitar 40 peserta dari perwakilan PC Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Gowa, IMM, Nasyiatul Aisyiyah, IPM, tokoh pemuda lokal, serta pengelola destinasi wisata Lembah Loe dan Pendakian Gunung Bulubaria.
Dukungan kuat dari pihak legislatif ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam mendorong hadirnya kebijakan tata kelola sampah pariwisata yang lebih efektif, implementatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Gowa.


