Peran Perempuan dalam Isu Lingkungan Jadi Fokus Diskusi Buka Puasa di Surakarta

Keterangan: Kegiatan Srawung Carito, Buka Puasa Bersama, dan Diskusi Peran Perempuan dan Kelestarian Lingkungan, pada 25 Maret 2025 di Surakarta.

Surakarta, 25 Maret 2025 – Eco Bhinneka Surakarta menggelar sebuah acara spesial yang menggabungkan buka puasa bersama dengan diskusi bertema “Perempuan dan Lingkungan.” Acara yang berlangsung di salah satu kafe di Kota Surakarta ini dihadiri oleh 29 peserta, terdiri dari tokoh-tokoh lintas iman, serta berbagai kalangan usia dan gender. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berbuka bersama, tetapi juga sebuah upaya untuk menyampaikan pesan penting bahwa masalah lingkungan adalah tanggung jawab bersama, tanpa memandang latar belakang agama atau kepercayaan.

Menurut Uswatun Hasanah, Regional Staff Eco Bhinneka Surakarta, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat Surakarta akan pentingnya menjaga lingkungan, serta menyoroti peran perempuan yang sangat fundamental dalam upaya pelestarian alam. “Kegiatan ini memantik masyarakat Surakarta untuk menyadari pentingnya menjaga lingkungan serta peran perempuan yang sangat fundamental dalam lingkungan,” ujarnya.

Melalui diskusi ini, lanjut Uswatun, diharapkan peserta dapat melihat lebih dalam bagaimana perempuan dan anak muda sering menjadi korban kerusakan lingkungan, namun juga merupakan kelompok yang paling rentan terdampak. Oleh karena itu, advokasi yang berkelanjutan pada pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk mengurangi dampak tersebut.

Keterangan: Poster kegiatan Srawung Carito, Buka Puasa Bersama, dan Diskusi Peran Perempuan dan Kelestarian Lingkungan, pada 25 Maret 2025 di Surakarta.

Acara ini juga menghadirkan Titik Eka Sasanti, seorang narasumber dari Yayasan Gita Pertiwi, yang memimpin diskusi dengan mengangkat topik peran perempuan dalam isu lingkungan. “Perempuan harus menjadi kelompok paling melek soal persoalan iklim karena perempuan menjadi salah satu kelompok yang paling banyak disalahkan ketika ada masalah lingkungan, terutama sampah,” tegas Titik.

Rosa Indah Kurnianingsih, seorang Pendidik Tarakanita, menambahkan, “Perempuan, baik sebagai ibu, istri, maupun anggota keluarga lainnya, memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran lingkungan dan mengambil kebijakan di dalam rumah.” Hal ini mengingat peran perempuan yang tidak hanya di luar rumah tetapi juga di ranah domestik dalam mendidik generasi berikutnya mengenai pentingnya menjaga alam.

Ruzain Aidid, Sederek Muda Eco Bhinneka Surakarta selaku moderator, mengungkapkan pentingnya peran perempuan dalam menumbuhkan semangat menjaga lingkungan. “Kita menyadari bahwa perempuan memiliki pengaruh yang besar dalam menumbuhkan semangat menjaga lingkungan, dari rumah hingga kebijakan yang lebih luas,” ujar Ruzain.

Keterangan: Peserta kegiatan Srawung Carito, Buka Puasa Bersama, dan Diskusi Peran Perempuan dan Kelestarian Lingkungan, pada 25 Maret 2025 di Surakarta.

Kegiatan ini bukan hanya tentang buka puasa bersama, tetapi juga menjadi kesempatan berharga untuk mempererat tali silaturahmi dan memperluas wawasan tentang peran perempuan dalam isu lingkungan. Sebagai salah satu bentuk alternatif dakwah, acara ini mengajak masyarakat Surakarta untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan hidup, dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, tanpa memandang agama, ras, atau gender.

(Uswa, Farah, dan AI)