Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman Matangkan Prioritas dan Kerja Tiga Pokja

Keterangan: Suasana Pertemuan Bulanan Kedua Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman Indonesia dalam membahas agenda dan rencana kerja bersama, Rabu (30/9), di Aula Lantai 3 Grha Oikoumene PGI, Jakarta. (Doc. YAKOMA-PGI)

Jakarta, 30 September 2026 — Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman Indonesia menggelar Pertemuan Bulanan Kedua pada Rabu (30/9) di Grha Oikoumene – PGI, Jakarta Pusat. Pertemuan ini menjadi bagian dari proses mengaktifkan kerja bersama setelah Sekretariat Bersama dibentuk melalui Nota Kesepahaman pada 27 Juli 2026.

Pertemuan kedua merupakan tindak lanjut dari pertemuan pertama pada 21 Agustus 2026 dan penetapan koordinator tiga Kelompok Kerja (Pokja) pada 7 September 2026. Tiga Pokja tersebut meliputi Pokja Program, Pokja Strategi, dan Pokja Kebijakan.

Pertemuan diarahkan untuk mengonsolidasikan mandat dan keanggotaan masing-masing Pokja, menyepakati prioritas awal, membangun mekanisme koordinasi, serta menyusun rencana tindak lanjut dengan pembagian peran dan waktu yang jelas. Sekitar 25 perwakilan organisasi keagamaan, komunitas iman, dan mitra pelaksana terlibat dalam pertemuan tersebut.

Dua perwakilan Eco Bhinneka Muhammadiyah, Dzikrina Farah Adiba dan Usman Mansur, turut mengikuti pertemuan sebagai anggota Pokja Strategi dan Pokja Kebijakan. Sementara itu, Ahsan Jamet Hamidi tercatat sebagai bagian dari Pokja Program.

Usman Mansur, anggota Pokja Kebijakan dari Eco Bhinneka Muhammadiyah, menjelaskan bahwa Pokja Kebijakan akan mempertemukan komitmen lintas iman dengan kebijakan publik dan aksi konkret di masyarakat. “Kami akan membangun fondasi kerja melalui pemetaan regulasi, identifikasi kesenjangan, pemetaan mitra, serta pengumpulan data dari 25 rumah ibadah. Salah satu fokus awalnya adalah pengembangan Bank Sampah Berbasis Rumah Ibadah,” jelas Usman.

Menurutnya, pengalaman dan praktik di lapangan akan menjadi bahan untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang kemudian dapat dikembangkan melalui dialog dan kerja bersama.

Keterangan: Diskusi Pokja Kebijakan membahas prioritas kerja dan penguatan aksi lingkungan berbasis rumah ibadah. (Doc. YAKOMA-PGI)

Adapun Pokja Strategi membahas penguatan komunikasi, kampanye, dan jejaring Sekretariat Bersama. Dzikrina Farah Adiba, anggota Pokja Strategi dari Eco Bhinneka Muhammadiyah, menyampaikan bahwa hasil diskusi menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Dalam waktu dekat, Pokja Strategi akan mengembangkan gagasan kampanye bersama tim konsultan komunikasi Sekretariat Bersama, sekaligus memperkenalkan Sekretariat Bersama melalui kolaborasi dengan jejaring humas organisasi anggota lintas iman,” ujar Farah.

Keterangan: Diskusi Pokja Strategi membahas penguatan komunikasi, kampanye, dan jejaring Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman. (Doc. YAKOMA-PGI)

Sementara itu, Pokja Program mempresentasikan tiga prioritas awal, yaitu pengelolaan limbah dan sampah, hutan dan gambut, serta penghematan dan pengelolaan air. Rencana kerja mencakup edukasi dan aksi pemilahan sampah di rumah ibadah, kampanye sedekah hutan wakaf dan penanaman mangrove, serta edukasi hemat air, pemasangan keran hemat air, dan penadahan air hujan di rumah ibadah. Sejumlah agenda tersebut dikaitkan dengan kebijakan yang relevan, termasuk Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber serta PP Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.

Selain penyusunan rencana kerja, Sekretariat Bersama mulai membangun mekanisme monitoring, evaluasi, dan pembelajaran. Monitoring dilakukan secara berkala oleh setiap Pokja, dilanjutkan dengan evaluasi dan dokumentasi kegiatan. Setiap enam bulan, anggota juga akan melakukan refleksi bersama untuk menangkap pembelajaran dan memastikan pengalaman setiap Pokja dapat dibagikan kepada anggota lainnya.

Salah satu inisiatif yang turut diperkenalkan oleh Knowledge Partner Sekber dari STF UIN Jakarta adalah SESAMA—Sinergi Ekologi, Spiritualitas, dan Aksi Masyarakat. Program ini diarahkan untuk membumikan pengetahuan iklim melalui modul yang menghubungkan perspektif agama, ekologi, dan ekonomi, dengan tema hutan dan gambut yang dikembangkan dalam konteks enam agama. Modul tersebut diharapkan dapat digunakan oleh tokoh agama untuk menyampaikan pengetahuan dan pesan lingkungan kepada komunitas masing-masing.

Pertemuan ini menandai langkah lanjutan Sekretariat Bersama untuk bergerak dari tahap pembentukan menuju kerja kolaboratif yang lebih terarah, dengan pembagian peran, mekanisme belajar bersama, dan agenda aksi yang mulai disusun secara konkret.

Keterangan: Peserta Pertemuan Bulanan Kedua Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman Indonesia, Rabu (30/9), di Grha Oikoumene – PGI, Jakarta. (Doc. YAKOMA-PGI)