Pada sebuah sore Ramadan yang hangat di halaman Universitas Muhammadiyah Jember, suasana kajian terasa lebih dari sekadar forum ilmu. Dalam kegiatan Kajian Ramadan bertema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur 21-22 Februari 2026, perjumpaan hari itu juga menjadi ruang berbagi cerita perjalanan sebuah ikhtiar: Eco Bhinneka di Banyuwangi.
Di sela-sela perbincangan tentang amanah manusia sebagai khalifah di bumi, sebuah buku diserahkan kepada Program Advisor Eco Bhinneka Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti. Buku berjudul “Jejak Eco Bhinneka di Ujung Timur Jawa” itu bukan sekadar laporan program. Ia lebih menyerupai catatan perjalanan—tentang langkah-langkah kecil yang dirawat dengan kesabaran selama empat tahun terakhir di Banyuwangi.

Keterangan foto: Zahrotul Janah, Fasda Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi – Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah menyerahkan buku berjudul “Jejak Eco Bhinneka di Ujung Timur Jawa” kepada Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, sekaligus Advisor Program Eco Bhinneka Muhammadiyah,Prof. Abdul Mu’ti, pada 21 Februari 2026 di sela rangkaian acara Kajian Ramadan PWM Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Jember.
Halaman demi halaman memuat kisah tentang bagaimana gagasan keberagaman dan kepedulian lingkungan dipertemukan dalam praktik nyata. Dari ruang-ruang belajar masyarakat, dialog lintas komunitas, hingga gerakan merawat bumi yang lahir dari tangan-tangan sederhana. Di sana tercatat bagaimana literasi lingkungan diperkuat, bagaimana anak-anak muda mulai berani memimpin inisiatif, serta bagaimana komunitas belajar menjaga harmoni antara manusia, alam, dan keberagaman sosial.
Banyuwangi dalam buku ini hadir bukan hanya sebagai tempat, tetapi sebagai ruang perjumpaan. Tempat berbagai gagasan bertemu dengan kenyataan, tempat semangat gotong royong menemukan jalannya, dan tempat perubahan pelan-pelan tumbuh dari bawah—dari desa, sekolah, komunitas, hingga rumah-rumah warga.
Saat buku itu dibuka pada halaman pertama, Ayahanda Prof. Mu’ti menuliskan sebuah kalimat sederhana, namun terasa seperti pesan perjalanan bagi semua yang terlibat:
“Terus berjuang melestarikan alam.”
Kalimat pendek itu dituliskan dengan tinta yang tenang, lalu dibubuhi tanda tangan beliau. Tidak panjang, tetapi cukup untuk mengingatkan bahwa perjalanan merawat bumi memang bukan pekerjaan singkat. Ia adalah jalan panjang yang membutuhkan ketekunan, keberanian, dan kesetiaan pada nilai.

Keterangan foto: Pesan Prof. Abdul Mu’ti pada buku Jejak Eco Bhinneka di Ujung Timur Jawa: “Terus berjuang melestarikan alam.”
Seperti catatan kecil yang ditinggalkan seorang guru kepada para pejalan: bahwa setiap langkah kecil tetap berarti. Bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab kemanusiaan. Dan bahwa kerja-kerja merawat bumi, jika dilakukan bersama, akan selalu menemukan harapannya.
Maka buku “Jejak Eco Bhinneka di Ujung Timur Jawa” tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan empat tahun. Ia juga menjadi pengingat bahwa gerakan merawat bumi terus berlanjut—dari halaman buku, ke ruang-ruang komunitas, hingga ke generasi yang akan melanjutkan langkahnya.
Sebagai penutup, kehadiran dan pesan yang beliau tuliskan di halaman pertama buku itu menjadi penguat arah perjalanan gerakan ini. Abdul Mu’ti sendiri merupakan Program Advisor Eco Bhinneka Muhammadiyah, yang selama ini turut memberi pandangan, inspirasi, dan dukungan bagi tumbuhnya inisiatif-inisiatif merawat bumi dan merawat keberagaman di berbagai daerah, termasuk di Banyuwangi. Pesan singkatnya menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga alam adalah amanah bersama yang harus terus dirawat, dari generasi ke generasi.
(Zahrotul Janah, PDNA Banyuwangi – Fasda ‘JISRA’ Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi, dan Focal Point Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi)


