Narasumber Nana Firman (Green Faith International dan Ketua Aisyiyah PCIM US)

Sharing Bersama Nana Firman Green Faith International

Peserta Luring Sharing Bersama Nana Firman (Doc: Eco Bhinneka Muhammadiyah)

Peserta Luring “Sharing Bersama Nana Firman” (Doc: Eco Bhinneka Muhammadiyah)

Menteng, Jakarta Pusat – Eco Bhinneka Muhammadiyah menyelenggarakan diskusi secara hybrid pada Kamis, 15 September 2022. Diskusi ini bertemakan lingkungan, dimulai dengan keynote speaker oleh Prof. Syafiq A. Mughni, MA., Ph.D. selaku Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Selanjutnya diskusi dengan Nana Firman yang dimoderatori oleh Hening Parlan selaku Direktur Program Eco Bhinneka Muhammadiyah. Hening Parlan membuka diskusi dan mengenalkan Nana Firman selaku Ketua ‘Aisyiyah Cabang Istimewa Amerika Serikat dan pegiat Green Faith International.

Pada FGD ini, hadir sebanyak 35 orang yang terdiri dari organisasi otonom (ortom) pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah, praktisi pemerhati lingkungan, serta masyarakat umum.

Dimulai dengan keynote speaker oleh Prof. Syafiq, dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa Muhammadiyah harus bergerak maju ke depan sehingga bisa membantu masyarakat maupun lingkungan sekitar, beliau juga mengutip Q.S. Al-Hasyr ayat ke-18 untuk mengingatkan kita untuk memperhatikan apa yang harus dipersiapkan untuk keesokan harinya terkhusus kepada umat manusia yang dituntut untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Pembahasan ini diharapkan tidak hanya membahas masalah manusia saja melainkan bisa memunculkan unsur lingkungan juga dan tentunya pengkajian isu lingkungan ini jangan hanya berbicara narasi belaka melainkan harus fokus terhadap action yang akan dilaksanakan oleh Eco Bhinneka maupun Muhammadiyah,” kata Prof. Syafiq.

Keynote Speaker Oleh Prof. Syafiq Mughni (Ketua PP Muhammadiyah)

Keynote Speaker Oleh Prof. Syafiq Mughni (Ketua PP Muhammadiyah)

Dilanjutkan dengan materi utama yang dibawa oleh Nana Firman, Nana mengawali dengan menceritakan bahwa 85% penduduk di dunia ini adalah penduduk yang beragama sehingga bentuk implementasi penduduk yang beragama itu adalah yang bisa menjaga lingkungan tetapi hal tersebut berbanding terbalik dengan fenomena realitanya bahwa terjadinya krisis ekologi yang semakin marak sehingga kerusakan lingkungan semakin banyak.

“Struktur terbesar dari dunia untuk memperbaiki lingkungan bukan berada di pemerintah melainkan di agama, selain itu agama bukan hanya memiliki struktur melainkan infrastruktur juga contohnya seperti organisasi Muhammadiyah yang memiliki infrastruktur pendidikan yang sangat banyak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT) sehingga secara penyampaian pesan untuk menjaga lingkungan bisa melalui hal tersebut,” ujar Nana.

Narasumber Nana Firman (Green Faith International dan Ketua Aisyiyah PCIM US)

Narasumber Nana Firman (Green Faith International dan Ketua Aisyiyah PCIM US)

Nana Firman juga menjelaskan bahwa penanaman kesadaran mengenai menjaga lingkungan harus dimulai dari usia dini sehingga bisa menjadi sebuah kebiasaan,  hal tersebut bisa meminimalisir terjadinya krisis moral lingkungan.

Foto Bersama Peserta Luring dan Daring "Sharing Bersama Nana Firman"

Foto Bersama Peserta Luring dan Daring “Sharing Bersama Nana Firman”

 

Penulis: Imam Sholehudin (Ketua Bidang Pengembangan Kreatifitas dan Kewirausahaan PP IPM)

Editor: Shira Sahira

© 2024 Ecobhinneka Muhammadiyah. All rights reserved.